Direktorat Jenderal RLPS Departemen Kehutanan mencatat total rencana penanaman hutan kemasyarakatan selama 5 tahun terakhir seluas 53.894Ha.
Kegitan SAMANTA tidak berjalan mudah karena masih banyak para pihak belum memahami kebijakan HKm.
Kegiatan PHBM ini bertujuan untuk Meningkatkan tanggungjawab Perum Perhutani, Masyarakat desa hutan dan Pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan.
Hutan Kemasyarakatan (HKm) harus terwujud untuk mensejahterakan rakyat sekitar hutan, bukan hanya di Yogya bahkan seluruh Hutan di Indonesia harus teroptimalisasi dengan HKm.
Sejak 3 tahun terakhir, masyarakat melakukan pembersihan kebun secara intensif di kebun karet tua untuk melakukan penanaman karet dengan sistem sisipan.
Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Departemen Kehutanan mengungkapkan ada 1,6 juta kepala kelurga di lebih dari 12 ribu desa yang tinggal disekitar hutan konservasi tergolong miskin.
HKm merupakan model pembangunan kehutanan berbasis masyarakat dalam kerangka pemanfaatan kawasan hutan secara lestari.
Dephut saat ini sudah mencadangkan kawasan hutan seluas 149.284 hektare untuk pembangunan HTR yang tersebar di 26 kabupaten.
Menteri Kehutanan MS Kaban menegaskan, pengembangan hutan kemasyarakatan (Hkm) untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan tak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Para aktivis lingkungan dan akademisi di Lampung menggagas pengembangan Desa Konservasi yang memadukan kepentingan ekologis dengan tetap mambuka akses masyarakat untuk mengelolanya.